Assalamu’alaikum,wr.wb..

Telah Hadir.. :

TETRABOOK pertama di Indonesia…bahkan di dunia…!!

Sebuah Tetrabook yg mengkombinasikan kiat motivasi & kiat sukses untuk mendongkrak kesuksesan mengajar dan belajar sekaligus…

Karya anak negeri : Yunsirno, Penemu Metode Kampoenk Jenius di Pontianak_

Buku yg Subhanallah luar biasa, buku ini akan membuka fakta tentang luar biasanya belajar, luar biasanya ilmuwan Islam, luar biasa motivasinya and banyak luar biasa lainnya…PENUH INSPIRASI…

Yakin deehh,,akan merubah paradigma kita yg salah ttg konsep pendidikan…

Nih buku special for u,, teman2 yg ingin meraih sukses sesungguhnya…

meraih 4 isi hanya dgn beli 1 buku (konsep tetrabook)

Buku yg baru terbit,,& belum diluncurkan ke toko buku manapun…

only : Rp. 38.000,- (berlaku sejak bln juni s.d. dilempar ke toko buku)

Ayoo..harga terjangkau nih sebelum masuk toko buku…

Bisa dipesan ke agen2 di kampus unsri :

Irman (FKIP) : 085268453269,

Basrowi (FKIP 2) : 085664982311,

Syahril Huda (FISIP) : 085267643849,

Asmuni (Fasilkom) : 085664658515,

M. Zais (FT) : 085267326321,

Hendra (FK) : 085273898947,

Sabiqun (FT) : 08197829626,

Yuliadi (FP) : 081373721544,

Jannah (FP 2) : 081271269903_

Agen Palembang ;

Farah Kurniawati : 085268244524

Agen wilayah sekolah Inderalaya,OI ;
Rudiantoko (Primagama OI) : 085273087961,
Bahra (Tanjung Raja) : 085268138205

Kabar Gembira tuk Wilayah Lubuk Linggau & Musi Rawas, bisa langsung mendapatkan bukunya ke ;
Gheriya Aqila (Yulianti) : 085268042521

Wilayah Prabumulih :
Dwi Kartika Paramitha Asri : 085268093837

NB :

Tuk rekomendasi perluasan jaringan & acara Bedah Buku hubungi  M.H. Agung Sarwandy (Agung Alfarisi) => 085273685388 / 088274148818

via email di agung_alfarisi@yahoo.com,,

via FaceBook : Agung Alfarisi

via millatfacebook : M. H. Agung Sarwandy

[ket : Agung sbg marketer wilayah Sumatera bagian Selatan]

oh y frens..masih dibuka peluang menjadi “marketer” tuk wilayah Sumbagsel bisa jg hubungi Agung…

Ajak sebanyak mungkin orang tuk meraih sukses…!!

pesan terakhir :

“KEAJAIBAN BELAJAR”..[hati…hati..buku otak kanan]

Wassalam…

Salam Sukses..

SBY – Lanjutkan..Kegagalan!!! Refleksi 100 Hari SBY – Boediono

Sudah sejak 5 tahun yang lalu SBY telah menjadi orang no 1 di negeri ini. Sebentar lagi akan genap 5 tahun 100 hari usia kepemimpinan presiden RI ke-6 dan dilanjutkan ke-7 ini. Sebuah evaluasi besar-besaran telah dilakukan oleh berbagai pihak, tapi dengan sedikit trik ternyata masyarakat kembali mempercayakan posisi orang nomor satu di negeri ini ke SBY. Kali ini masih dengan strategi sama yaitu menggaet tokoh atau ahli ekonomi, Boediono, yang dicap berpaham “neoliberalisme”. Setelah sebelumnya menyatakan bercerai dengan mantan ketua umum Golkar, JK (Jusuf Kalla), yang kemudian bersaing dalam pertarungan pilpres 2009 yang lalu. Evaluasi 100 hari tidak bisa lepas dari evaluasi 5 tahun kepemimpinan SBY yang lalu. Hal ini dikarenakan banyak PR yang lalu yang belum bisa diselesaikan pemerintah. Kita contohkan saja permasalahan perekonomian, hukum, politik, agama, sosial, perhubungan & transportasi, serta berbagai masalah lain yang bila dijabarkan tidak cukup waktu untuk menguraikannya. Ribet dan rumit, bak mengurai benang yang kusut. 28 Januari akan genap 100 hari kinerja SBY-Boediono Namun, gaung kerja kalah keras dibandingkan berbagai persoalan hukum dan skandal yang justru lebih mendominasi. Pengamat politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Boediono memang nyaris tak terdengar. Indrayono Susilo, Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, saat berbicara dalam acara diskusi ‘Refleksi Akhir Tahun Pembangunan Kesehatan Tahun 2009 dan Peran Nyata Organisasi Profesi Kesehatan’ pada akhir tahun 2009 yang lalu mengungkapkan “Melanjutkan program 100 hari masa kerjanya, Menko Kesra kembali mencanangkan program kesejahteraan rakyat baru”. Ada beberapa point yang akan kita evaluasi dari program Menko Kesra seperti yang disampaikan juga oleh Indrayono Susilo, empat hal pokok yang menjadi dasar tercapainya kesejahteraan rakyat, yakni pengentasan kemiskinan, peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat, peningkatan standar kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, serta peningkatan upaya pelestarian lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Terlepas pentingnya membahas tentang pengentasan kasus hukum, sebaiknya kita lebih fokus pada program-program yang menyentuh masyarakat. Menko Kesra sudah mencanangkan 4 fokus kerja di awal kinerja pemerintahan. Program-program yang kemudian tertutupi oleh rekayasa hukum di Indonesia akhir-akhir ini, kasus hukum yang membuat pusing masyarakat tapi malah selesai secara kekeluargaan. Pengentasan kemiskinan, hal yang omong kosong karena sejak zaman awal orde baru (Repelita) selalu digaungkan namun senantiasa fluktuatif. Terlalu PeDe jika Menko Kesra berani memasang target pengurangan angka kemiskinan mencapai 8 persen hingga 2014 nanti. Jelasnya bahwa kemiskinan tidak bisa kita berantas bila tidak ada pembenahan di sektor pendidikan. Saya jadi teringat perkataan seorang bijak, “orang berilmu tidak akan jatuh miskin”. Jadi, kemiskinan bukanlah masalah menurut saya. Realitas sekarang kita lihat tidak ada hal konkret yang dilakukan pemerintah di 100 hari ini. Peningkatan akses dan kualitas pendidikan bagi masyarakat. Saya mencoba mengevaluasi janji anggaran APBN sebesar 20 % untuk sektor pendidikan, ternyata tak lebih dari 5 % merata di seluruh negeri. Belum lagi kurikulum yang berubah-ubah. Ada sinkronisasi dengan kasus kemiskinan diatas, misalkan saja tidak mampunya siswa membeli buku soalnya buku yang ada kembali dirombak isi dan susunannya tiap tahunnya. Belum lagi budaya belajar para siswa yang rendah, ini ada sinkronisasi dengan media televisi dengan tayangan yang semakin tidak berkualitas. Saya teringat wacana bentuk kurikulum pendidikan berbasis kompetensi, sungguh tidak efektif, yang lebih menekankan pelajar untuk mandiri, belajar secara mandiri, guru malah jadi malas-malasan mengajar. Adanya standarisasi guru dan fasilitas sekolah hanya teruntuk sekolah di tengah kota, siswa dengan status orang tua yang berduit. Belum lagi jika kita mengevaluasi standarisasi kelulusan, terkait Ujian Nasional yang mendapat pertentangan dari berbagai pihak. Padahal pemerintah diamanahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sebuah amanah UUD 1945. Peningkatan standar kualitas pelayanan kesehatan masyarakat. Saya mencoba menyoroti UU Kesehatan Pasal 7 yang bunyinya : “Pemerintah bertugas menyelenggarakan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat”. Standar kualitas pelayanan kesehatan harus dievaluasi, bukan sekedar fasilitas yang penting tapi juga pemerataan standar pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat. Saya hanya menagih janji berobat gratis bagi rakyat yang tidak mampu. Berobat gratis yang bukan asal gratis seperti yang bisa temui di Sumatera Selatan, pembohongan public itu lah statement saudara saya yang praktek dokter di RS umum. Peningkatan upaya pelestarian lingkungan hidup dan penanggulangan bencana. Ini juga termasuk masalah yang lepas dari sorotan banyak pihak. Lenyapnya pemberitaan tentang illegal logging, atau belum tuntasnya pengentasan masalah polusi di kota-kota besar. Berbicara penanggulangan bencana masih perlu perhatian khusus. Cukup mengherankan jika belum selesainya pembagian bantuan yang tidak merata, miris ternyata masih ada sempat-sempatnya ‘menyunat’ bantuan tersebut. Kasus ini bisa kita temui di penanggulangan bencana alam gempa di Padang dan Pariaman. Di Sektor ekonomi, Program seratus (100) hari pemerintahan SBY-Boediono ternyata gagal, karena tidak sesuai dengan fakta-fakta program pembangunan yang ditargetkan. Misalnya perjanjian perdagangan bebas dengan China (CAFTA), faktanya Indonesia tidak siap dan sebaliknya mengancam industry rakyat; dari yang kecil hingga besar. Jadi, CAFTA ini berdampak sistemik dengan akan meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran dan kemiskinan besar-besaran. Karena itu CAFTA harus ditunda. Menurut Rumkono, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar berpendapat tidak ada yang perlu dievaluasi dalam 100 hari pemerintahan ini, di mana dengan diberlakukannya CAFTA ini, rakyat akan menjadi konsumtif. Untuk itu pemerintah harus menjamin pemberdayaan industry kecil, pertanian, usaha kecil dan menengah dan tidak usah malu-malu untuk menyontoh program pemerintahan Orde Baru dengan menghidupkan kembali koperasi-koperasi di pedesaan. Sedangkan menurut Mustafa Kamal dari Fraksi PKS, apa yang dilakukan oleh pemerintah saat ini hanya merupakan kelanjutan dari pembangunan lima tahun lalu, yang sudah ditanamkan secara kokoh. Karena itu pemerintahaan KIB II ini hanya untuk mempertajam program –program pembangunan yang belum dilaksanakan pemerintahan sebelumnya. Seperti RPP penyadapan oleh Menkominfo, swasembada beras oleh Deptan dan perumahan rakyat oleh Menpera. “Jadi, pemerintahan saat ini tinggal menunggu prestasi-prestasinya meski pada awal pemerintahan ini banyak hambatan dengan munculnya buaya-cicak dan skandal century. Semua itu akan menjadikan demokrasi ini makin kuat,”tutur beliau.

Ditulis oleh : M. H. Agung Sarwandy (Mensospol BEM Unsri)

Sang Pemimpi adalah sebuah film Indonesia yang diadaptasi dari tetralogi novel Laskar Pelangi kedua, Sang Pemimpi, karya Andrea Hirata. Film ini disutradarai oleh Riri Riza dengan produser Mira Lesmana. Pengambilan gambar rencananya dimulai di Belitung pada 1 Juli 2009 dan dijadwalkan selesai pada 21 Agustus 2009, dan akan dilakukan di beberapa lokasi di Manggar, Tanjung Pandan, Jakarta, dan Bogor.[1] Film ini rencananya akan tayang di bioskop di Indonesia mulai 17 Desember 2009.[2]

Sang Pemimpi akan menjadi film pembuka dalam Jakarta International Film Festival (JiFFest) 2009 pada 4 Desember 2009, dan menjadi film Indonesia pertama yang menjadi pembuka sejak JiFFest pertama pada tahun 1999.

* Sutradara : Riri Riza
Produser : Mira Lesmana

* Penulis Salman Aristo,Riri Riza,Mira Lesmana
Musik oleh Said Effendi
Distributor Miles Film dan Mizan Production
Rilis 17 Desember 2009
Durasi 120 menit
Bahasa Bahasa Indonesia
Anggaran Rp 11 Milyar
Prekuel Laskar Pelangi
Sekuel Edensor

SINOPSIS

Dalam Sang Pemimpi, Andrea bercerita tentang kehidupan ketika masa-masa SMA. Tiga tokoh utamanya adalah Ikal, Arai dan si kuda. Ikal- alter egonya Andrea Hirata. Arai-saudara jauh yang yatim piatu yang di sebut sempei keramat karena anggota keluarga terakhir yang masih hidup dan akhirnya menjadi saudara angkat dan Jimbron-seorang yatim piatu yang terobsesi dengan kuda dan gagap bila sedang antusias terhadap sesuatu atau ketika gugup.

Ketiganya (mati?) dalam kisah persahabatan yang terjalin dari kecil sampai mereka bersekolah di SMA Negeri Bukan Main, SMA pertama yang berdiri di Belitung bagian timur. Bersekolah di pagi hari dan bekerja sebagai kuli di pelabuhan ikan pada dini hari, dari ketagihan mereka menonton film panas di bioskop dan akhirnya ketahuan guru mengaji mereka , perpisahan Jimbron dengan ikal dan Arai yang akan meneruskan kuliah di Jakarta yang akhirnya membuat mereka berdua terpisah tetapi tetap akan bertemu di Perancis. Hidup mandiri terpisah dari orang tua dengan latar belakang kondisi ekonomi yang sangat terbatas namun punya cita-cita besar , sebuah cita-cita yang bila dilihat dari latar belakang kehidupan mereka, hanyalah sebuah mimpi

TOKOH-TOKOH DALAM FILM

Tokoh Utama:

1. Ikal adalah anak kampung yang miskin yang dimiliki negara

2. Arai adalah tokoh sentral dalam buku ini. Menjadi saudara angkat Ikal ketika kelas 3 SD saat ayahnya (satu-satunya anggota keluarga yang tersisa) meninggal dunia. Seseorang yang mampu melihat keindahan di balik sesuatu, sangat optimis dan selalu melihat suatu peristiwa dari kaca mata yang positif. Arai adalah sosok yang begitu spontan dan jenaka, seolah tak ada sesuatupun di dunia ini yang akan membuatnya sedih dan patah semangat.

3. Jimbron, anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang pastur Katolik bernama Geovanny.Laki-laki berwajah bayi dan bertubuh subur ini sangat polos. Segala hal tentang kuda adalah obsesinya, dan gagapnya berhubungan dengan sebuah peristiwa tragis yang memilukan yang dia alami ketika masih SD , dulu ayahnya sekarat di depan matanya maka ia membawa ayahnya dengan sepeda yang lajunya lama sampai di puskesmas ayahnya meninggal di depan matanya dan waktu ditanyai orang-orang di sudah terlanjur gagap karena terlalu banyak menangis sampai tersendat-sendat ia selalu berfikir jika saja waktu itu dia menaiki kuda pasti ayahnya tertolong. Jimbron adalah penyeimbang di antara Arai dan Ikal, kepolosan dan ketulusannya adalah sumber simpati dan kasih sayang dalam diri keduanya untuk menjaga dan melindunginya.

Tokoh Lain :

1. Pendeta Geovanny, ia adalah seorang Katolik yang mengasuh Jimbron selepas kepergian kedua orangtua Jimbron. Meskipun berbeda agama dengan Jimbron, beliau tidak memaksakan Jimbron untuk turut menjadi umat Katolik. Bahkan beliau tidak pernah terlambat mengantar Jimbron pergi ke masjid untuk mengaji.

2. Pak Mustar adalah salah satu pendiri SMA Bukan Main. Ia adalah wakil kepala sekolah SMA Bukan Main, seorang yang baik dan cukup sabar namun berubah menjadi tangan besi ketika anaknya sendiri justru tidak diterima masuk ke SMA tersebut karena NEMnya kurang 0,25 dari batas minimal.Terkenal dengan aturan-aturannya yang disiplin dan hukuman yang sangat berat. Namun sebenarnya beliau adalah pribadi yang sangat baik dan patut dicontoh.

3. Pak Ichsan Balia; Kepala Sekolah SMA Negeri Bukan Main.Laki-laki muda, tampan, lulusan IKIP Bandung yang masih memegang teguh idealisme.

4. Nurmala; Zakiah Nurmala binti Berahim Mantarum,gadis pujaan Arai sejak pertama kali Arai melihatnya. Nurmala adalah gadis yang pandai, selalu menyandang ranking 1. Ia juga penggemar Ray Charles dengan lagunya “I Can’t Stop Loving You” dan Nat King Cole dengan lagunya When I Fall in Love.

5. Laksmi; gadis pujaan Jimbron. Telah kehilangan kedua orangtuanya dan tinggal serta bekerja di sebuah pabrik cincau. Semenjak kepergian orangtuanya ia tidak pernah lagi tersenyum, walaupun senyumnya amat manis. Ia baru dapat tersenyum ketika Jimbron datang mengendarai sebuah kuda.

6. Capo Lam Nyet Pho; Seorang yang memungkinkan berbagai hal sebagai objek untuk bisnisnya. Bahkan ketika PN Timah terancam kolaps, ia melakukan ide untuk membuka peternakan kuda meskipun kuda adalah hewan yang asing bagi komunitas Melayu.

7. Taikong Hamim; Guru mengaji di masjid di kampung Gantung.Dikenal sebagai sosok nonkonfromis dan sering memberlakukan hukuman fisik kepada anak-anak yang melakukan kesalahan.

8. Bang Zaitun; Seniman musik pemimpin sebuah kelompaok Orkes Melayu. Dikenal sebagai orang yang pernah mempunyai banyak pacar dan hampir memiliki 5 istri. Sebenarnya kunci keberhasilannya dalam percintaan adalah sebuah gitar. Ia pun mengajarkan hal tersebut pada Arai yang sedang mabuk cinta dengan Nurmala.

9. A Kiun; Gadis Hokian penjaga loket bioskop.

10. Nurmi; Berbakat memainkan biola, mewarisi biola dan bakat dari kakeknya yang ketua kelompok gambus di Gantung. Nurmi adalah tetangga Arai dan Ikal, seumuran, dan dia adalah gadis yang sangat mencintai biola.

11. Pak Cik Basman; Seorang tukang sobek karcis di sebuah bioskop di Belitong.

12. A Siong; Pemilik toko kelontong tempat Ikal dan Arai berselisih tentang penggunaaan uang tabungan

13. Deborah Wong; Istri A Siong dan ibu dari Mei Mei. Perempuan asal Hongkong yang tambun dan berkulit putih.

14. Mei Mei; Gadis kecil anak Deborah Wong.

PEMERAN

Sang Pemimpi diperankan oleh beberapa artis terkenal serta artis film pendatang baru asli Belitung. Hanya beberapa pemeran dari Laskar Pelangi yang dipertahankan untuk turut dalam film ini. Vikri Setiawan, Ahmad Syaifullah, Azwir Fitrianto, Sandy Pranatha, dan Zulfanny adalah para pemeran asli Belitung.

* Vikri Setiawan sebagai Ikal remaja.

* Lukman Sardi sebagai Ikal dewasa (juga dalam Laskar Pelangi).

* Zulfanny memerankan Ikal kecil (juga dalam Laskar Pelangi)

* Ahmad Syaifullah sebagai Arai remaja. Arai merupakan sepupu jauh Ikal yang ditinggal mati kedua orang tuanya dan kemudian diangkat sebagai anak oleh orang tua Ikal. Bagi Ikal, Arai adalah pahlawannya. o Ariel Peterpan sebagai Arai dewasa. Mira Lesmana menyatakan bahwa.
* Ariel Peterpan sebagai Arai dipilih melalui proses casting, bukan karena kepopulerannya.

* Sandy Pranatha sebagai Arai kecil.

* Azwir Fitrianto sebagai Jimbron remaja.

* Mathias Muchus sebagai Seman Said Harun (Ayah Ikal) (juga dalam Laskar Pelangi).

* Rieke Diah Pitaloka sebagai Ibu Ikal (juga dalam Laskar Pelangi).

* Nugie sebagai Pak Balia, seorang guru muda pengajar sastra yang inspiratif dan bersemangat,

yang menginspirasi Ikal dan Arai untuk bermimpi kuliah di Perancis. Nugie mengatakan bahwa demi tampil maksimal dalam film ini, ia belajar jadi orang culun, memakai kemeja lusuh, dan celana di atas perut. Ia juga harus mempelajari dialek Belitong dengan mendengarkan rekaman percakapan orang-orang Belitong. Film ini dianggapnya sebagai sebuah batu loncatan.

* Landung Simatupang sebagai Pak Mustar, kepala sekolah yang keras dan galak.

* Maudy Ayunda sebagai Zakiah Nurmala, gadis Melayu nan cantik yang menjadi obsesi cinta Arai.

* Yayu Unru sebagai Bang Rokib, pelaut Melayu yang berpengalaman.

* Jay Widjajanto sebagai Bang Zaitun, pemusik Melayu lokal yang lihai soal asmara.

sumber :
http://www.wikipedia.org dan sumber lainnya.

Assalamu’alaikum wr. wb.

Ikhwafillah…
Ini adalah sebuah artikel yang menggugah & layak diterapkan ibu2 muda, calon ibu atau yang berencana punya anak…bapak or calon bapak juga sebaiknya tahu lho,buat ngajarin kan..

Selamat Membaca…
Semoga bermanfaat…

==================================================

Ternyata Al Quran dapat merangsang tingkat inteligensia (IQ) anak, yakni ketika bacaan ayat-ayat Kitab Suci itu diperdengarkan dekat mereka.

Dr Nurhayati dari Malaysia mengemukakan hasil penelitiannya tentang pengaruh bacaan Al Quran dapat meningkatkan IQ bayi yang baru lahir dalam sebuah Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam sekitar tujuh tahun yang lalu. Dikatakannya, bayi yang berusia 48 jam saja akan langsung memperlihatkan reaksi wajah ceria dan sikap yang lebih tenang. Penulis pun mempunyai seorang keponakann yang lahir tahun 2002. Entah ada kaitan dengan dengan argumentasi di atas, yang jelas sebelum umurnya satu tahun, ia sering baru bisa tidur bila di sampingnya diperdengarkan suara orang mengaji melalui tape recorder.

Seperti diketahui, dengan mendengarkan musik, detak jantung bayi menjadi teratur. Malah untuk orang dewasa akan menimbulkan rasa cinta. Hanya arahnya tidak tentu. Sedangkan Al Quran, selain itu, sekaligus menimbulkan rasa cinta kepada Tuhan Maha Pencipta. Jadi, bila bacaan Al Quran diperdengarkan kepada bayi, akan merupakan bekal bagi masa depannya sebagai Muslim, dunia maupun akhirat.

Seperti diketahui, dalam musik terkandung komposisi not balok secara kompleks dan harmonis, yang secara psikologis merupakan jembatan otak kiri dan otak kanan, yang outputnya berupa peningkatan daya tangkap/konsentrasi. Ternyata Al Quran pun demikian, malah lebih baik. Ketika diperdengarkan dengan tepat dan benar, dalam artian sesuai tajwid dan makhraj, Al Quran mampu merangsang syaraf-syaraf otak pada anak.

Ingat, neoron pada otak bayi yang baru lahir itu umumnya bak “disket kosong siap pakai”. Berarti, siap dianyam menjadi jalinan akal melalui masukan berbagai fenomena dari kehidupannya. Pada gilirannya terciptalah sirkuit dengan wawasan tertentu. Istilah populernya apa lagi kalau bukan ”intelektual”. Sedangkan anyaman tersebut akan sernakin mudah terbentuk pada waktu dini. Neoron yang telah teranyam di antaranya untuk mengatur faktor yang menunjang kehidupan dasar seperti detak jantung dan bernapas. Sementara neoron lain menanti untuk dianyam, sehingga bisa membantu anak menerjemahkan dan bereaksi terhadap dunia luar.

bayiSelama dua tahun pertama anak mengalami ledakan terbesar dalam hal perkembangan otak dan hubungan antar sel (koneksij. Lalu setahun kemudian otak mempunyai lebih dari 300 trilyun koneksi, suatu kondisi yang susah terjadi pada usia dewasa, terlebih usia lanjut. Makanya para pakar perkembangan anak menyebut usia balita sebagai golden age bagi perkembangan inteligensia anak.

Memang bila orangtua tidak memanfaatkan kesempatan ini dengan jalan membantu dari belakang, maka tetap tidak akan mempengaruhi kemampuan otak anak dalam menganyam neoron, Karena kesempatan untuk memperkuat koneksi otak terbuka luas selama masa anak-anak. Tetapi tentu akan semakin baik bila orangtua pun ikut aktif membantu.

Otak telah tumbuh jauh sebelum bayi lahir. la telah mulai bekerja yang hasilnya merupakan benih penginderaan berdasarkan prioritas. Umumnya pendengaran Iebih dulu. Jadi, selama masa itu penting sekali untuk selalu menghadirkan lingkungan kondusif dan baik bagi perkembangan otaknya. Hilangnya lingkungan ini hanya akan membuat otak menderita dan menganggur yang gilirannya mempengaruhi tingkat kecerdasannya.

Dalam kaitan” upaya meningkatkan pribadi Muslim, seyogianya bayi sudah diperdengarkan bacaan Al Quran sejak dalam rahim. Jadi, bila ada anjuran kepada ibu-ibu hamil untuk rajin membaca Al Quran menjelang bersalin, itu ada dasar ilmiahnya juga. Makin baik dan benar bacaan itu, termasuk lagunya, makin baik hasilnya. Tujuannya tentu saja bukan mengajak bayi memahami substansi atau makna kandungan ayat-ayat Al Quran, tetapi memperkuat daya tangkap/konsentrasi otak bayi. Sehingga akan semakin mudahlah ia menghafal ayat-ayat Al Quran beserta terjemahannya ketika sudah memasuki masa belajar.

Bila banyak ibu hamil yang sanggup membeli kaset lagu pop, dangdut, sampai musik klasik, rasanya ironis bila kaset qiraah Al Quran saja tidak sampai terbeli. Apalagi harganya relatif murah.

Wallahu’alam bisshowwab..
*Selamat Menerapkan ya ikhwah…*

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

—————————————————–
Penulis: Nasrullah Idris
LSM Kharisma woman & education Jerman
http://www.kharisma.de

Hello world!

Posted: Januari 6, 2010 in Uncategorized

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!